Kemodernan itu Islam

Kehidupan adalah suatu rekayasa, suatu kesengajaan yang tidak boleh tidak harus bermuatan nilai kehidupan sebagaimana yang telah diamanahkan Allah kepada manusia, kehidupan yang seharusnya dilakoni oleh manusia sesuai dengan fitrahnya,yaitu kehidupan yang berpredikat ; (ما يحبه الله ويرضاه). Kehidupan yang bermuatan nilai berkah, kehidupan yang berakibat pahala, sesuai dengan ketentuan sang Pencipta,  kehidupan semacam itulah yang dijanjikan Allah akan membuahkan  al-Falaah, yang nampaknya sudah menjadi harga mati bagi siapapun yang menyandang kehidupan di dunia ini untuk meraihnya kelak di akhirat.

Maka dengan aqlun shahih dan qalbun salimnya manusia akan memilih konsep jalan hidupnya yaitu agama tepatnya adalah Agama Islam. Karena Agama Islamlah yang akan menunjukkan jalan yang paling tepat dengan jaminan tidak akan menyesatkan, dan Islamlah yang akan mengawal pelaksanaan kehidupan manusia dan Islamlah yang akan mengantarkan kehidupan manusia yang berakhir pada al-falaah. Manusia dengan fitrah keimanannya maka akan terhiasi hidupnya dengan taqwallah ditandai dengan pelaksanaan peribadatan yang disyari’atkan untuk mendekatkan diri kepada Allah, dengan demikian tegaklah kebenaran yang bernilai perbuatan yang berakibat  pahala yang akan mengangtarkan manusia kepada al-fallah di surga.

$yg•ƒr’¯»tƒ šúïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qà)®?$# ©!$# (#þqäótGö/$#ur Ïmø‹s9Î) s’s#‹Å™uqø9$# (#r߉Îg»y_ur ’Îû ¾Ï&Î#‹Î6y™ öNà6¯=yès9 šcqßsÎ=øÿè?

 Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan. (Al-Maidah: 35)

Islam didesain sedemikan rupa sesuai dengan perkembangan  manusia dalam segala sisi kehidupannya. Maka kalaulah ada istilah modern yang artinya mengikuti perkembangan zaman maka itulah Islam. Karena Islam صالح لكل زمان ومكان,  maka kalaulah ada manusia yang ingin hidup modern maka ia hanya mengembalikan kehidupannhya kepada Islam, karena Islam membina karakter manusia untuk menghadapi persoalan-persoalan kontemporer dengan sentuhan sufistik agama yang mendalam, maka manusia yang paling berhak menyandang atribut modern adalah orang Islam.

Gontor adalah Islam, maka masyarakat berhak mengatakan modern, dengan ranah kemodernan yang sudah jelas, yaitu :

Utuh dan radikal, yang mencakup segala sisi kehidupan manusia, baik secara pribadi maupun sosial. Segalanya Islam dengan pembahasan secara mendasar dan detail sesuai dengan sumber Islam Al-Quran dan Al-Hadits yang sudah jelas-jelas terjaga keberadaan dan kebenarannya sampai hari kiyamat dengan jaminan keselamatan bagi yang berpegang teguh kepada keduanya. Al-Quran sendiri adalah refrensi kehidupan yang paling sempurna.

4 tPöqu‹ø9$# àMù=yJø.r& öNä3s9 öNä3oYƒÏŠ àMôJoÿøCr&ur öNä3ø‹n=tæ ÓÉLyJ÷èÏR àMŠÅÊu‘ur ãNä3s9 zN»n=ó™M}$# $YYƒÏŠ 4

. pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu. (al-Maidah: 3)

Wawasan ke masa depan, pemikiran modern akan selalu memanfaatkan kehidupan sementara ini untuk mempersiapakan kehidupan masa depan yang lebih panjang, yaitu akhirat

$pkš‰r’¯»tƒ šúïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qà)®?$# ©!$# öÝàZtFø9ur Ó§øÿtR $¨B ôMtB£‰s% 7‰tóÏ9 ( (#qà)¨?$#ur ©!$# 4 ¨bÎ) ©!$# 7ŽÎ7yz $yJÎ/ tbqè=yJ÷ès?

. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (al-Hasyr: 18)

Sistematis, kehidupan yang teratur dan tidak semrawut adalah tanda kehidupan modern yan adalahg tentu saja islami, sesuai dengan Islam, yang harus dikerjakan dengan tertib sesuai dengan aturan, dan banyak dalam Islam perbuatan yang diharamkan mendahulukan yang akhir dan mengakhirkan yang mestinya dikerjakan terlebih dahulu. Islam itu rapi, tertib dan teratur.

¨bÎ) ©!$# =Ïtä† šúïÏ%©!$# šcqè=ÏG»s)ム’Îû ¾Ï&Î#‹Î6y™ $yÿ|¹ Oßg¯Rr(x. Ö`»uŠ÷Yç/ ÒÉqß¹ö¨B

Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. (as-Shaf: 4)

Rasio dan Rasa, perkembangan pemikiran manusia mengakibatkan  munculnya banyak perbedaan kebenaran, maka manusia tidak boleh tersesat dan harus berpegang kepada kebenaran yang mutlak yaitu wahyu (Al-Quran dan Al-Hadits).  Maka dengan rasio dan rasa yang dimiliki oleh manusia  kebenaran itu bisa diseleksi, dengan aqlun shahih dan qalbun salim kebenaran itu tidak diragukan, dan kebenaran itulah yang mendasari tindakan yang benar, dan tindakan yang benar itulah yang mendatangkan barakah,

 

 

óOn=sùr& (#r玍šo„ ’Îû ÇÚö‘F{$# tbqä3tGsù öNçlm; Ò>qè=è% tbqè=É)÷ètƒ !$pkÍ5 ÷rr& ×b#sŒ#uä tbqãèyJó¡o„ $pkÍ5 ( $pk¨XÎ*sù Ÿw ‘yJ÷ès? ㍻|Áö/F{$# `Å3»s9ur ‘yJ÷ès? Ü>qè=à)ø9$# ÓÉL©9$# ’Îû ͑r߉Á9$# ÇÍÏÈ

 Maka Apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? karena Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. (Al-Hajj: 46)

Menghargai waktu (cepat tepat dan terprogram), berkembangnya zaman berarti berkembangnya kehidupan, berkembangnya kehidupan berarti beriring dengan berjalannya waktu. Waktu itu lebih mahal dari pada emas, maka jangan sampai ada waktu yang sia-sia tanpa nilai kehidupan. Manusia harus menggunakan waktu bahkan mengaturnya sehingga dengan efektifitas dan efisiensi waktu yang ada bisa menghasilkan nilai lebih banyak, dengan cara diatur dan deprogram dengan baik. Maka lambat tertinggal, malas tertindas, berhenti mati, hanya kerugian yang didapat.

ΎóÇyèø9$#ur ÇÊÈ   ¨bÎ) z`»|¡SM}$# ’Å”s9 AŽô£äz ÇËÈ   žwÎ) tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qè=ÏJtãur ÏM»ysÎ=»¢Á9$# (#öq|¹#uqs?ur Èd,ysø9$$Î/ (#öq|¹#uqs?ur Ύö9¢Á9$$Î/ ÇÌÈ

 Demi masa.  Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (Al-Ashr: 1-3)

            Keterbukaan (fair dan innovative), suatu sikap manusia yang menyelamatkan hidupnya dari fitnah yang menyesatkan, sikap apa adanya jauh dari kebohongan, sikap jujur yang selalu menyatakan kebenaran bukan yang selalu membenarkan kenyataan

* ô`yJsù ãNn=øßr& `£JÏB z>x‹Ÿ2 ’n?tã «!$# z>¤‹x.ur É-ô‰Å_Á9$$Î/ øŒÎ) ÿ¼çnuä!%y` 4 }§øŠs9r& ’Îû zO¨Yygy_ “Yq÷VtB tûï̍Ïÿ»s3ù=Ïj9 ÇÌËÈ   “Ï%©!$#ur uä!%y` É-ô‰Å_Á9$$Î/ s-£‰|¹ur ÿ¾ÏmÎ/   y7Í´¯»s9’ré& ãNèd šcqà)­GßJø9$# ÇÌÌÈ

Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat Dusta terhadap Allah dan mendustakan kebenaran ketika datang kepadanya? Bukankah di neraka Jahannam tersedia tempat tinggal bagi orang-orang yang kafir? dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka Itulah orang-orang yang bertakwa. (Az-Zumar: 32-33)

Bebas memilih program, cara dan system. Perkembangan zaman menyebabkan berkembangnya pemikiran untuk menyesuaikan kehidupan dengan kebutuhan dan pirantinya. Maka kebebasan memilih dan menentukan system dan program kehidupan dengan aqlun shahih dan qalbun salim akan membawa kehidupan manusia kepada kehidupan yang berkwalitas. Maka ketepatan memilih akan menentukan derajat kehidupan di dunia dan akhirat.

`tBur Ü=xîötƒ `tã Ï’©#ÏiB zO¿Ïdºtö/Î) žwÎ) `tB tmÏÿy™ ¼çm|¡øÿtR 4 ωs)s9ur çm»uZø‹xÿsÜô¹$# ’Îû $u‹÷R‘‰9$# ( ¼çm¯RÎ)ur ’Îû ÍotÅzFy$# z`ÏJs9 tûüÅsÎ=»¢Á9$# ÇÊÌÉÈ   øŒÎ) tA$s% ¼ã&s! ÿ¼çmš/u‘ öNÎ=ó™r& ( tA$s% àMôJn=ó™r& Éb>tÏ9 tûüÏJn=»yèø9$# ÇÊÌÊÈ

. Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia dan Sesungguhnya Dia di akhirat benar-benar Termasuk orang-orang yang saleh . Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: “Tunduk patuhlah!” Ibrahim menjawab: “Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam”. (Al-Baqarah: 130-31)

 

 

ô`¨B Ÿ@ÏHxå $[sÎ=»|¹ ¾ÏmÅ¡øÿuZÎ=sù ( ô`tBur uä!$y™r& $ygøŠn=yèsù 3 $tBur y7•/u‘ 5O»¯=sàÎ/ ω‹Î7yèù=Ïj9 ÇÍÏÈ

Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh Maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, Maka (dosanya) untuk dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Rabb-mu Menganiaya hamba-hambaNya. (Fushilat: 46)

            Itulah ranah kemodernan yang mengiringi perjalanan kehidupan manusia yang masyru’ dan itulah islam. Kehidupan yang sesuai dengan arah dan tujuannya, yang harus selalu dijaga dengan cara:

Memastikan pandangan hidup ini dengan aqidah yang benar

Meyakini kebenaran syari’ah islamiyah sebagai jalan hidup

Membentuk pola hidup ini dengan akhlak karimah

Menghiasi gaya hidup dengan etika dan estetika

Semuanya itu hanya akan menjadi pernyataan keniscayaan kalau tidak direalisasikan dalam hidup ini dengan keterpanggilan dan kerja keras. Karena keterpanggilan berawal dari hati nurani dan hati nurani itulah tempat bersemayamnya hidayatullah, dan hidayatullah itulah kebenaran. Dan harus dilaksanakan dengan kemodernan dan kerja keras, dan kemodernan (Islami) dan kerja keras itulah yang akan menghasilkan kwalitas hasil kerja, dan kwalitas hasil kerja itulah yang akan memberikan fasilitas kebaikan dan manfaat. Maka kemodernan itulah islam.

Wallah a’lam.

Sunanto WR

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s